MAKALAH POPULASI, KOMUNITAS DAN EKOSISTEM BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Ekologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hubungan makluk hidup dan lingkungannya. Bumi memiliki banyak sekali jenis-jenis mahkluk hidup, mulai dari tumbuhan dan binatang yang sangat kompleks hingga organisme yang sederhana seperti jamur, amuba dan bakteri. Meskipun demikian semua mahkluk hidup tanpa kecuali, tidak bisa hidup sendirian. Masing-masing tergantung pada mahkluk hidup yang lain ataupun benda mati di sekelilinganya. Ruang Lingkup Kajian Ekologi adalah untuk memahami batas-batas ruang lingkup kajian ekologi terlebih dahulu perlu dipahami bagaimana sistem kehidupan di muka ini tersusun dari sistem kehidupan terbesar (biosfer) sampai ke dalam sistem kehidupan terkecil. Antara makhluk hidup satu dengan yang lain akan selalu terjadi interaksi Ekosistem tersusun atas komponen-komponen yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Komponen itu membentuk ...
Penyakit Blas Pada Fungisida Fujiwan 400EC Manfaat Fungisida dan zat pengatur tumbuh tanaman sistemik berbentuk pekatan yang dap a t diemulsikan. Apel : penyakit bercak daun Marsonina coronaria, penyakit embun tepung Podosphaera leucontricha (Penyemprotan volume tinggi : 0,5 - 1 ml/l) Bawang merah : memperbaiki daya simpan (Penyemprotan volume tinggi :1 - 2 ml/l) Kedelai : meningkatkan jumlah polong pertanaman, jumlah biji pertanaman dan hasil biji kering (Penyemprotan volume tinggi :1 - 2 ml/l) Padi : penyakit blas Pyricularia oryzae (Penyemprotan volume tinggi : 0,75 - 1 l/ha) Padi : meningkatkan hasil gabah kering (Penyemprotan volume tinggi : 1 - 1,5 l/ha) Tanaman Padi Dan CaraPengendaliannya Penyakit blas disebabkan oleh jamur Pyricularia grisea . Awalnya penyakit ini berkembang di pertanaman padi gogo, tetapi akhir-akhir ini sudah menyebar di lahan sawah irigasi. Di sentra-sentra produksi padi Jawa Barat sep...
Pengendalian Hama Fisik dan Mekanik Pengendalian fisik/mekanik Pengendalian fisik dan mekanik merupakan tindakan mengubah lingkungan khusus untuk mematikan atau menghambat kehidupan hama, dan bukan merupakan bagian praktek budidaya yang umum. Pengendalian fisik dan mekanik harus dilandasi oleh pengetahuan yang menyeluruh tentang ekologi serangan hama sehingga dapat diketahui kapan, dimana, dan bagaimana tindakan terdebut harus dilakukan agar diperoleh hasil seefektif dan seefisien mungkin. a. Pengendalian fisik Pengendalian fisik adalah perlakuan atau tindakan yang dilakukan untuk mengendalikan serangan hama. Pengendalian secara fisik antara lain: Pembakaran ; dilakukan sebagai upaya pembasmian hama atau patogen pada tanaman yang tidak mungkin lagi dapat diselamatkan. Pembakaran gulma juga sering dilakukan petani. Pembakaran sebagai upaya pengendalian hama, patogen, dan gulma harus dilakukan ...
Comments
Post a Comment